CARA INSTALASI DAN KONFIGURASI APACHE2 LINUX DEBIAN


INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX


A.  Alat dan Bahan

1. PC/Laptop

2. Image file/ISO file Sistem Operasi Linux Debian 10.10.0

3. Aplikasi VMware Workstation Pro 16 sebagai Virtual Machine


B. Langkah Kerja

1.aplikasi VMware Workstation Pro 16 terlebih dahulu
2.Buka VMware Workstation PrInstall o 16
3.Klik menu "Create a New Virtual Machine"

4.Pilih menu “Typical (recommended)” kemudian klik Next

5.Kemudian pilih “I will install the operating system later” kemudian pilih next.









6.Tipe OS pilih "Linux" dan Versi OS pilih Debian 10.x 64-bit, kemudian klik next.

7.Masukkan nama Mesin Virtual yang akan di buat (terserah ingin diberi nama apa, boleh diberi dengan
nama kalian masing-masing), dan pilih lokasi dimana Mesin Virtual akan diinstal (sebaiknya letakkan
virtual machine pada directory yang memiliki space kosong masih banyak).





8.Selanjutnya atur ukuran virtual hardisk (pada praktikum kali ini kita gunakan 10 GB untuk virtual
hardisknya) dan pilih “Store virtual disk as single file” kemudian klik next.

9.Kemudian pilih Custumize Hardware.


10.Pilih menu memori, atur jumlah RAM yang akan kita alokasikan untuk virtual machine. Pada praktikum
kali ini kita gunakan RAM sebanyak 1 GB atau 1024 MB.

11.Kemudian pilih menu New CD/DVD (IDE), pilih lokasi dimana ISO File Debian 10 tersimpan.

12.Pilih menu Network Adapter, ada banyak pilihan koneksi network pada menu ini. Jika kita akan
mengakses server melalui computer host maka pilih Host-Only. Jika sudah klik Close.


13.Kemudian klik Finish.

14.Klik tombol start.

15.Agar keyboard dapat berfungsi maka klik virtual screen Debian yang akan kita operasikan. Untuk
memunculkan kembali kursor tekan tombol ctrl+alt.

16.Pilih Install


17.Pilih Bahasa yang akan digunakan (gunakan saja Bahasa Inggris), lalu tekan "Enter".

18.Pilih lokasi (Negara, Kawasan atau daerah), lalu tekan "Enter".

19.Peta Keyboard pilih yang "Inggris Amerika" (Default), lalu tekan "Enter".

20.Pada menu Configure the network, karena kita tidak terhubung ke jaringan internet/router manapun
maka pilih yes.

21.Kosongkan saja pada kolom name server address dan pilih continue karena kita tidak terhubung ke
jaringan server manapun.

22.Isikan nama host yang akan digunakan. Karena PC tidak terhubung ke Network maka bisa diisi
terserah, setelah itu pilih "Continue".

23Domain name boleh dikosongkan karena tidak terhubung ke Network manapun, setelah itu pilih
"Continue".

24.Masukkan Password Root anda, akan ada 2 password saat instalasi awal Debian, yaitu Password root
dan password user. Disini boleh isikan password untuk roootnya: 12345, lalu pilih "Continue
" (Pasword root wajib diingat karena akan digunakan untuk login ketika masuk ke Debian).

25.Lalu isikan kembali password yang sama untuk verifikasi password rootnya, setelah itu pilih
" Continue "

26.Masukkan Nama Lengkap untuk New User (boleh isikan nama lengkap kalian masing-masing), lalu
pilih " Continue ".



27.Masukan User Name (Nama Pengguna), harap dihafal karena ini digunakan untuk login sebagai
user.

28.Masukkan password untuk pengguna, boleh dikasih sama atau berbeda dengan password root, lalu
pilih "Continue".

29.Masukkan kembali password yang sama untuk Verifikasi, dan pilih "Continue".

30.Pilih zona Waktu anda, lalu enter.


31.Pada menu Partisi, bagi yang masih awam untuk pembagian partisi diarankan untuk memilih
"Guided – use entire disk", lalu tekan “Enter”.

32.Lalu pilih Harddisk yang akan di partisi secara otomatis, lalu tekan "Enter".

33.Pilih "All files in one partition (recommended for new users)", lalu tekan "Enter".


34.Untuk menyimpan pembagian partisi yang telah dilakukan pilih "Finish partitioning and write
change to disk", lalu tekan "Enter".

35.Kemudian pilih “Yes” untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan, lalu pilih “enter”.

36.Pilih "No" pada opsi untuk memindai CD atau DVD lain.


37.Pilih "No" juga untuk menggunakan netwok mirror.

38.Pada opsi berpartisipasi dalam Survey Penggunaan paket Debian ini boleh pilih “No”.

39.Desktop environment adalah tampilan grafis antarmuka pengguna menggunakan mode GUI. Uncheck pada "Debian Desktop Environment" dengan menggunakan tombol
spasi karena kita akan menginstal Debian dengan mode text/CLI, lalu pilih "Continue" dan tunggu hingga
proses instalasi selesai.





40.Pilih "Yes" untuk memasang GRUB boot loader

41.Pilih Harddisk virtual anda sebagai tempat untuk boot loader, lalu tekan "Enter"

42.Instalasi Selesai, pilih "Continue"

43.Setelah itu mesin virtual anda akan merestart dan memboot sendiri ke OS Debian anda. Berikut adalah
tampilan Debian dengan mode CLI/text.

44. lakukan konfigurasi network dengan perintah #nano /etc/network/interfaces lalu tekan enter



KONFIGURASI WEB SERVER

Dasar Teori

Web Server

Web server adalah merupakan perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS dari client yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML atau PHP.

Fungsi utama web server adalah sebagai alat untuk memproses berbagai berkas yang diminta oleh klien, lalu memberikan respon dalam bentuk halaman web. Halaman website tersebut terdiri dari teks, gambar, dokumen, video, dan lain-lain.

Banyak sekali software web server yang berada di internet. Kita dapat dipilih software mana saja yang cocok dengan kebutuhan kita dengan mempertimbangkan beberapa hal. Misalnya : Kita memasang web server untuk keperluan suatu perusahaan jasa internet (ISP), maka pertimbangan yang harus diambil adalah apakah mereka menginginkan software yang gratis atau komersial. Keuntungan dari software komersial adalah mereka punya dukungan teknis dan dokumentasi yang lengkap, sedang pada kebanyakan software gratis tidak punya. Namun ada juga software gratisan yang mempunyai dukungan teknis dari pembuatnya dan dengan dokumentasi yang lengkap. Salah satu software web server gratisan seperti itu adalah Web server Apache.


Alat dan Bahan
1.PC/Laptop (Server dan client)
2.Sistem Operasi Linux Debian 10
3.Sistem Operasi Windows 10
4.Aplikasi Browser
5.Aplikasi VMware Workstations Pro sebagai Virtual Machine

Prosedur Kerja
1.Konfigurasi Network

Pastikan bahwa IP address sudah dikonfigurasi pada komputer server. Jika IP address pada komputer server belum dikonfigurasi maka langkah pertama adalah mengkonfigurasi IP server terlebih dahulu

2.Instalasi Aplikasi Apache2
Untuk membangun web server pada Linux Debian maka aplikasi yang harus diinstal bernama apache2 yang tersedia di dalam DVD Binary-1 Debian. Pastikan kalian sudah memasukkan iso file Debian DVD Binary-1.
Instal software apache2 dengan perintah # apt-get install apache2, kemudian tunggu hingga selesai.
3.Konfigurasi Web Server
    aSecara default file konfigurasi utama dari web server Apache pada Debian 10 bernama 000-default.conf dan terletak pada folder “/etc/apache2/sites-available/”. Oleh sebab itu, langkah pertama masuk ke dalam folder sites-available dengan perintah # cd /etc/apache2/sites-available/

    b.Untuk menjaga agar file 000-default.conf tidak mengalami kerusakan pada saat mengkonfigurasi, maka file 000-default.conf kita copy ke file lain, misalkan smkn4kdi.conf. Untuk mengcopy gunaan perintah # cp 000-default.conf smkn4kdi.conf 


    c.Edit file konfigurasi web server yang telah dibuat dengan perintah # nano smkn4kdi.conf

    d.Ubahlah isi file konfigurasi sehingga seperti gambar berikut. Kemudian simpan perubahan dengan menekan tombol ctrl + x lalu ketik y kemudian enter. 

    e.Karena tidak lagi menggunakan 000-default.conf maka file konfigurasi tersebut harus dinonaktifkan (disable). Untuk menonaktifkannya gunakan perintah # a2dissite 000-default.conf. Sebaliknya, karena yang digunakan adalah smkn4kdi.conf, maka file konfigurasi smkn4kdi.conf harus diaktifkan dengan perintah # a2ensite smkn4kdi.conf.

    f.Buat folder website sesuai dengan yang diinput pada file konfigurasi smkn4kdi.conf dengan perintah # mkdir /var/www/web_server

    g.Pindah ke folder web_server dengan perintah # cd /var/www/web_server

    h.Buat file index.html dengan perintah # nano index.html

    i.Isilah file tersebut sehingga menjadi seperti gambar berikut. Kemudian simpan perubahan dengan menekan tombol ctrl + x lalu ketik y kemudian enter.

    j.Restart services apache2 dengan perintah # /etc/init.d/apache2 restart


Pengujian
Untuk menghubungkan server yang terinstal pada VMware dengan client dalam hal ini komputer host, yang pertama dilakukan adalah ubah pengaturan jaringan server menjadi Host-only.
Sesuaikan IP address antara client dan server.
Cek koneksi ke server dengan perintah ping.
Jika telah terhubung dengan server, selanjutnya buka browser dan masukkan IP address server ke address bar.

Jika tampil sesuai dengan isi file index.html yang telah dibuat maka konfigurasi web server telah berhasil. 

SELAMAT MEMPPRAKTEKAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA KONFIGURASI ROUTER